Pilih Nikah Usia Muda atau Menunda Pernikahan?

Pilih Nikah Usia Muda atau Menunda Pernikahan?? Momen idul fitri merupakan salah satu ajang berkumpulnya dengan keluarga. Namun momen tersebut akan menjadi rusak bagi sebagian orang yang belum memiliki pasangan hidup, karena anda akan dihujani dengan pertanyaan “kapan nikah?”. Jika anda adalah orang yang sensitif, maka anda akan terganggu dengan pertanyaan tersebut, namun jika anda bukanlah orang yang sensitif, maka pertanyaan tersebut bisa anda bawa menjadi gurauan. Mengenai tips dan cara menghadapi pertanyaan “kapan nikah?” dapat anda baca pada artikel saya sebelumnya disini.

Pilih Nikah Usia Muda atau Menunda Pernikahan?

Kali ini saya akan membahas mengenai pilihan tentang kapan pernikahan dilangsungkan. Beberapa orang memilih nikah muda, beberapa orang memilih menunda pernikahan sampai mapan. Manakah yang lebih baik, pilih nikah usia muda atau menunda pernikahan?.

Apabila anda adalah salah satu orang yang setuju dan akan melangsungkan pernikahan di usia muda, beberapa pertimbangan yang harus anda pikirkan adalah menikah di usia muda bisa mempengaruhi pola asuh saat memiliki anak. Karena belum matang secara emosional, pasangan-pasangan muda cenderung dikhawatirkan akan lebih mengutamakan ego dalam mengasuh anak-anaknya.
Tanggung jawab yang dimiliki oleh orang tua yang usianya masih muda biasanya kurang. Terkadang, mereka juga tidak bisa memposisikan dirinya sebagai orang tua karena lebih mengutamakan egonya.

Bagi anda yang fokus pada pekerjaan dan karier, kadang tidak sempat memikirkan pernikahan. Mungkin juga anda sudah memikirkan pernikahan namun mengabaikannya ataupun masih menunda karena alasan materi (belum memiliki tabungan dan rumah). Taukah anda akibat dari menunda pernikahan?? Akibatnya adalah jarak usia orangtua (anda dan pasangan anda) dengan anak anda akan semakin jauh. Hal tersebut dapat mempengaruhi pola asuh yang dilakukan oleh orang tua, maka dari itu diperlukan penanganan ekstra saat mengasuh anak anda kelak. Anda dan pasangan anda harus memiliki komitmen kuat dalam mengasuh anak anda nantinya. Karena gap usia anda dengan anak anda yang terlalu jauh, maka anda cenderung lebih emosional dalam mengasuh anak. Dalam beberapa hal, sulit bagi mereka yang sudah telanjur berumur untuk mengimbangi anak-anak saat beranjak muda.

Pemikiran yang harus anda pertimbangkan jika anda menunda pernikahan adalah usia produktif bekerja anda ketika anak anda dewasa. Anda harus menghitung usia anda saat ini, ditambah dengan perkiraan usia anak anda pada saat dia mulai bekerja (misal 23 tahun), hasil perhitungan tersebut adalah usia anda saat anak anda mulai bekerja. Usahakan sebelum anak anda mulai bekerja, anda dalam usia produktif dalam bekerja, sehingga anda dapat membiayai kebutuhan anak anda.

Secara psikologis, tidak ada patokan yang baku tentang usia ideal untuk menikah dan punya anak. Namun pada usia 25 tahun diyakini seseorang sudah cukup matang secara mental untuk memikirkan hidup berumah tangga. Kalau memang sudah siap, tunggu apa lagi?

Demikianlah artikel “Pilih Nikah Usia Muda atau Menunda Pernikahan?“, semoga dapat bermanfaat bagi anda.

 


Baca juga :
loading...