Efek Samping Obat Pelangsing Perut


Baca juga :
loading...

Efek samping obat pelangsing perut. Obesitas atau kelebihan berat badan merupakan salah satu masalah bagi wanita. Obesitas selain menurunkan rasa percaya diri wanita juga berakibat buruk bagi kesehatan penderitanya. Beberapa penyakit yang dipicu oleh obesitas adalah diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan sulit tidur.

Efek Samping Obat Pelangsing Perut

Metode yang dilakukan untuk menurunkan berat badan biasanya adalah diet. Karena terobsesi ingin menurunkan berat badan, banyak wanita yang melakukan diet secara mati-matian dan mengesampingkan diet sehat dan menggunakan obat pelangsing perut.

Namun taukah anda efek samping obat pelangsing perut?? Alih-alih ingin menghindari penyakit akibat obesitas, yang terjadi anda malah terkena efek samping obat pelangsing perut. Apa sajakah efek samping obat pelangsing perut?? Sebelum membahasnya, terlebih dahulu kita membahas bahan yang terkandung dalam obat pelangsing perut.

 

Bahan Yang Terkandung Dalam Obat Pelangsing Perut

Ada banyak sekali obat pelangsing perut yang beredar dipasaran dengan kandungan bahan berbeda, namun yang perlu anda perhatikan adalah efek samping obat pelangsing perut tersebut. Berikut ini adalah beberapa bahan yang umumnya terkandung di dalam obat pelangsing perut serta efek samping obat pelangsing perut.

1. Phentermine

Phentermine tergolong Amfetamine yang berisiko menyebabkan kecanduan. Amfetamine adalah kelompok obat yang mempengaruhi sistem saraf pusat, menimbulkan perasaan senang, meningkatkan kewaspadaan, konsentrasi, dan kinerja kognitif pada berbagai tugas motorik. Amfetamin merupakan obat kuat dan sangat adiktif. Selain diperlukan resep khusus untuk mendapatkannya, bahan ini sebaiknya juga hanya dikonsumsi dalam jangka waktu pendek yaitu beberapa minggu.

  • Cara kerja: mengurangi nafsu makan.
  • Efek samping obat pelangsing perut yang mengandung Phentermine adalah : konstipasi, tremor, diare, tekanan darah tinggi, insomnia, muntah, sulit bernapas, nyeri dada, jantung berdebar dan mengantuk. Sebaiknya digunakan dalam jangka pendek, karena pemakaian jangka pendek tidak menimbulkan efek samping.
  • Sebaiknya dihindari oleh:
    • Ibu hamil dan menyusui.
    • Orang yang memiliki riwayat stroke, tekanan darah tinggi, serangan jantung, gagal jantung, kongestif, hipertiroidisme, glaukoma.
    • Orang yang punya riwayat penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Obat pelangsing perut yang mengandung Phentermine dan harus menggunakan resep dokter misalnya Adipex atau Suprenza.

2. Orlistat

Cara kerja Orlistat adalah dengan menghambat absorpsi 30% lemak yang dikonsumsi. Orlistat menghambat enzim pemecahan lemak (lipase) gastric dan pankreatik. Akibatnya, lemak tubuh berkurang dan LDL pun ikut berkurang. Orlistat juga bisa menurunkan HbA1C pada penderita diabetes. Orlistat dapat menghasilkan efek menurunkan HbA1C pada pasien diabetes melitus tipe 2 dalam 3 bulan dan menurunkan berat badan sebanyak 10 kg dalam 1 tahun jika disertai perbaikan gaya hidup.

  • Cara kerja: mengurangi kadar lemak yang diserap oleh tubuh.
  • Efek samping obat pelangsing perut yang mengandung Orlistat adalah : Tubuh susah untuk menyerap vitamin A, D, E, K, Berat badan kembali naik jika pola hidup sehat seperti berolahraga tidak diterapkan, kram perut, buang gas, lebih sering buang air besar, feses yang berminyak.
  • Obat pelangsing perut yang mengandung Orlistat sebaiknya digunakan setelah menjalani diet rendah lemak. Selama mengkonsumsi obat ini, dianjurkan mengkonsumsi suplemen vitamin A, D, E dan K.

 

Obat pelangsing perut yang mengandung Orlistat dan menggunakan resep dokter misalnya Xenical. Untuk obat pelangsing perut tanpa resep dokter salah satunya adalah Alli.

 

Selain bahan diatas, terdapat beberapa bahan berbahaya dalam obat pelangsing perut dan telah dilarang beredar di Indonesia. Jika mengkonsumsi obat pelangsing perut, pastikan obat pelangsing perut anda, tidak mengandung bahan dibawah ini karena efek samping obat pelangsing perut tersebut sangatlah fatal. Adapun bahan berbahaya yang terkandung dalam obat pelangsing perut adalah :

Bahan Berbahaya Dalam Obat Pelangsing Perut

1. Sibutramin

Cara kerja Sibutramin adalah dengan menghambat pengembalian norepinefrin dan serotonin di celah sinaps. Akibatnya, nafsu makan ditekan dan pemakaian energi ditingkatkan.

  • Efek samping obat pelangsing perut yang mengandung Sibutramine adalah sakit kepala, insomnia, peningkatan tekanan darah, kejang, tekanan darah tinggi, detak jantung tidak normal, stroke, serangan jantung. Di Indonesia, Sibutramine sudah tidak boleh beredar.

 

2. Ephedra

Ephedra tidak hanya digunakan untuk menurunkan berat badan dan obesitas namun juga digunakan untuk meningkatkan kinerja atlet.

  • Efek samping obat pelangsing perut yang mengandung Ephedra adalah pusing, gelisah, cemas, mudah marah, jantung berdebar-debar, sakit kepala, kehilangan nafsu makan, mual, muntah, tekanan darah tinggi, serangan jantung, gangguan otot, kejang, stroke, denyut jantung tidak teratur, kehilangan kesadaran, dan kematian. Karena berbahaya, Ephedra dilarang di banyak negara termasuk Indonesia.

 

3. Rimonabant

Rimonabant digunakan sebagai terapi tambahan, disamping diet dan olahraga, untuk pengobatan pasien obesitas atau pasien overweight dengan faktor risiko terkait, seperti diabetes tipe 2 atau dyslipidaemia. Obat ini bekerja dengan cara menghambat reseptor khusus yaitu reseptor cannabinoid tipe 1 yang terdapat pada nervous system di dalam sel lemak (adiposit) dan merupakan bagian dari sistem tubuh untuk mengontrol asupan makanan. Di Indonesia produk ini sudah tidak boleh beredar.

  • Efek samping obat pelangsing perut yang mengandung Rimonabant adalah meningkatkan resiko depresi dan hasrat ingin bunuh diri.

 

4. Phenytoin atau Dilantin

Phenytoin atau Dilantin sebenarnya adalah obat epilepsi yang kemudian digunakan untuk menurunkan berat badan.

  • Efek samping obat pelangsing perut yang mengandung Phenytoin adalah bengkaknya kelenjar getah bening, menyebabkan anemia, mengganggu metabolisme vitamin D, melemahnya tulang (osteomalacia), disfungsi seksual, meningkatkan risiko pemikiran bunuh diri, nyeri sendi, sakit kuning, pendarahan dan meningkatkan kadar gula darah.

 

5. Phenolphthalein

Phenolphthalein telah digunakan selama lebih dari satu abad sebagai pencahar yang dapat menurunkan berat badan.

  • Efek samping obat pelangsing perut yang mengandung Phenolphthalein adalah dapat menyebabkan kanker. Oleh karena itu obat yang mengandung Phenolphthalein tidak boleh beredar di Indonesia.

Itulah beberapa bahan yang terkandung dalam obat pelangsing perut, namun secara garis besar efek samping obat pelangsing perut adalah sebagai berikut :

 

Efek Samping Obat Pelangsing Perut

1. Efek samping obat pelangsing perut dapat menyebabkan sering buang air kecil atau besar.

Efek samping obat pelangsing perut umumnya menyebabkan seringnya buang air kecil atau besar secara efektif dapat menurunkan berat badan. Namun sebenarnya hal ini sangatlah berbahaya karena dapat menyebabkan masalah pada ginjal dan juga kekurangan cairan tubuh atau dehidrasi.

2. Efek samping obat pelangsing perut dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan

Menurunnya nafsu makan juga sangat membantu kita untuk membatasi pola makan kita. Namun akibat lebih lanjut dari hilangnya nafsu makan adalah tubuh menjadi kekurangan nutrisi sehingga mengganggu perbaikan sel tubuh dan juga mengganggu keseimbangan hormon. Tidak hanya itu, kurangnya nutrisi dapat mengganggu kinerja otak untuk aktivitas sehari-hari. Pemakaian produk obat pelangsing perut yang menggunakan metode menghilangkan nafsu makan hanyalah bersifat sementara. Jadi ketika anda mengkonsumsi obat pelangsing tersebut, nafsu makan anda turun demikian juga dengan berat badan, namun ketika anda menghentikan konsumsi obat pelangsing perut, nafsu makan anda akan kembali normal sehingga berat badan anda juga naik kembali.

Obat pelangsing yang dapat menekan nafsu makan biasanya mengandung unsur sibutramine, yang memicu sistem saraf simpatik. Sibutramine tidak hanya menekan rasa lapar tetapi juga meningkatkan denyut jantung yang dapat menyebabkan serangan jantung. Hiperaktif, insomnia, delirium (gangguan kesadaran), peningkatan tekanan darah, muka memerah dan insomnia adalah efek samping tambahan akibat menekan rasa lapar yang dilakukan oleh obat pelangsing. Bahkan, beberapa orang dilaporkan menderita bekuan darah yang terjadi karena tekanan darah meningkat.

3. Efek samping obat pelangsing perut dapat menyebabkan masalah pencernaan

Ada beberapa jenis suplemen pelangsing ataupun obat herbal yang tidak mencantumkan kandungannya. Hal inilah yang membuat mereka lebih leluasa memasukkan bahan yang sebenarnya tidak bisa menurunkan berat badan. Berhati-hatilah dengan produk tersebut, pastikan produk pelangsing yang anda konsumsi terdaftar di BPOM. Beberapa efek samping obat pelangsing perut menyebabkan sakit perut, mual, muntah, gas berlebihan, diare dan menurunkan kemampuan tubuh untuk menyerap vitamin. Dampaknya adalah anda kekurangan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Oleh karena itu jika mengkonsumsi obat pelangsing perlu minum multivitamin tambahan.

4. Efek samping obat pelangsing perut dapat menyebabkan Menopause Dini

Efek samping obat pelangsing perut yang ditakuti kaum hawa adalah menopause dini. Seperti disebutkan diatas, efek samping obat pelangsing perut dapat menyebabkan sering buang air kecil. Karena seringnya buang air kecil, sirkulasi darah di indung telur menjadi terganggu dan rusak sehingga menyebabkan haid tidak teratur dan menopause di usia muda. Menopause dini ini jelas sangat merugikan dan membahayakan wanita karena meningkatkan resiko kesehatan. Resiko yang mengancam misalnya stroke, serangan jantung, dan gangguan kardiovaskular lainnya. Selain itu, menopause dini juga akan memberi resiko terjadinya beberapa penyakit seperti kanker rahim dan usus besar, penyakit gusi, osteoporosis, katarak, dan kehilangan gigi.

5. Efek samping lainnya.

Efek samping obat pelangsing perut lainnya, seperti sakit kepala, sakit perut, mulut dan tenggorokan kering, kecanduan dan sembelit merupakan efek samping obat pelangsing perut yang sering dijumpai ketika mengkonsumsi obat pelangsing perut.

 

Mengerikan juga ya efek obat pelangsing perut. Sebaiknya mulai sekarang anda meninggalkan diet menggunakan obat pelangsing perut. Selain berisiko, obat pelangsing perut juga belum tentu membawa manfaat yang sama jika dikonsumsi orang berbeda. Mulailah melakukan diet sehat misalnya diet mayo ataupun diet OCD. Namun apabila anda tetap bersikeras untuk menggunakan obat pelangsing perut, sebaiknya anda memperhatikan panduan memilih obat pelangsing perut berikut ini

 

Panduan, Tips dan Cara Memilih Obat Pelangsing Perut

Berikut adalah panduan, tips dan cara memilih obat pelangsing perut untuk meminimalisir efek samping obat pelangsing perut.

1. Memeriksa Kandungan Obat dan Kontra Indikasi (Efek Samping)

Pastikan obat pelangsing perut mencantumkan kandungan zat yang terkandung serta mencantumkan efek samping obat pelangsing perut tersebut.

2. Mengkonsultasikan ke dokter.

Sebelum mengkonsumsi obat pelangsing perut, konsultasikan dengan dokter. Periksa riwayat kesehatan anda, apakah aman jika anda pakai.

3. Memeriksa daftar BPOM.

Sebelum anda membeli obat pelangsing perut, cek terlebih dahulu apakah obat tersebut terdaftar dalam BPOM RI. Apabila ada, periksalah keaslian nomor BPOM obat pelangsing perut tersebut. Untuk mengecek nomor BPOM, anda dapat membaca artikel saya sebelumnya “Bagaimana Cara Mengetahui Keaslian Nomor BPOM Suatu Produk”. Dengan mengecek nomor BPOM, setidaknya anda sudah berusaha mengurangi efek samping obat pelangsing perut tersebut.

4. Mengubah gaya hidup.

Penggunaan obat pelangsing perut akan efektif jika disertai dengan perubahan gaya hidup seperti olahraga, membatasi ngemil, selektif terhadap makanan penyebab obesitas dll. Karena biasanya obat pelangsing perut memiliki efek sementara.

 

Itulah ulasan mengenai bahan yang terkandung dalam obat pelangsing perut, efek samping obat pelangsing perut serta panduan, tips dan cara memilih obat pelangsing perut. Daripada anda dihantui dengan sadisnya efek samping obat pelangsing perut, lebih baik anda memakai cara diet sehat. Diet sehat biasanya murah dan sederhana sehingga setiap orang dapat melakukannya. Yang dibutuhkan dari diet sehat adalah komitmen. Dengan komitmen yang kuat, pastinya anda dapat menurunkan berat badan tanpa resiko. Diet sehat disertai olahraga teratur tetap lebih direkomendasikan oleh dokter daripada menggunakan obat pelangsing perut.

Demikianlah artikel “Efek Samping Obat Pelangsing Perut”, apabila anda memiliki pengalaman ataupun informasi mengenai efek samping obat pelangsing perut, tidak ada salahnya jika anda berbagi dengan kami melalui komentar dibawah ini.


Baca juga :
loading...