Cara Menghadapi Pertanyaan “Kapan Nikah?”


Baca juga :
loading...

Bagaimana cara menghadapi pertanyaan “Kapan Nikah?”. Hari Raya Idul Fitri / Lebaran merupakan saat paling dinantikan oleh umat muslim diseluruh dunia. Di Indonesia, tradisi mudik menjadi kebiasaan yang dilakukan dari tahun ke tahun. Pada saat lebaran itulah umat muslim di Indonesia berkumpul dengan sanak saudara mereka. Kurang pas rasanya jika lebaran tidak dibarengi dengan kebersamaan dengan keluarga.

Namun, untuk beberapa orang, momen kebersamaan yaitu berkumpul bersama keluarga akan menjadi rusak karena adanya pertanyaan-pertanyaan sensitif seputar pilihan hidup (kapan nikah?). Bagi pria, mungkin pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak begitu merisaukan mereka, walaupun beberapa juga tetap merasa kurang nyaman dengan pertanyaan tersebut. Berbeda halnya dengan wanita yang lebih sensitif terhadap pertanyaan tersebut. Pertanyaan “pilihan hidup” dianggap semacam teror mental, walaupun kadang pertanyaan tersebut tidak bermaksud serius, hanya sekedar basa basi sebagai pembuka topik pembicaraan antar kerabat.

Cara Menghadapi Pertanyaan "Kapan Nikah?"

Pertanyaan “Kapan nikah??” kadang membuat orang yang ditanya menjadi stres bahkan takut untuk bertemu dengan keluarga yang jarang ditemui. Tidak semua orang nyaman untuk terbuka menyampaikan alasannya, misalnya karena belum mempunyai pasangan, belum ada yang cocok atau memang terpikir untuk menikah.

Jangan anggap sepele hal tersebut, karena teror mental tersebut dapat menyebabkan pikiran kita kurang rasional. Karena seringnya ditanya hal tersebut, dapat berdampak pada masa depan. “Kejar setoran” atau “yang penting nikah” bukanlah solusi untuk semua itu. Apakah anda mau mempertaruhkan kebahagiaan dan masa depan anda dengan “kejar setoran” atau “yang penting nikah”?? Tentu tidak kan? Ingatlah bahwa pernikahan bukanlah perlombaan, siapa cepat dialah yang menang.

Bagaimana Cara Menghadapi Pertanyaan “Kapan Nikah?”

Menghadapi pertanyaan tersebut, anda tidak perlu bingung. Jika anda wanita berusia 28 tahun kebawah, jawablah pertanyaan tersebut sembari bercanda, jangan anggap serius pertanyaan tersebut. Tidak perlu stres atau emosi, tetap gunakan rasionalitas anda.

Jika anda berusia 28 tahun keatas, ada baiknya anda mengikuti tips berikut ini.

  1. Buatlah rencana untuk masa depan anda, misalnya dengan siapa anda menikah, pekerjaan pasangan dan tabungan. Rencana yang solid akan membuat anda pecaya diri menghadapi pertanyaan tersebut.
  2. Komunikasi dengan keluarga. Komunikasi memegang peranan penting, tanpa komunikasi antara anda dan keluarga anda dapat menyebabkan salah pengertian. Ungkapkan alasan anda dengan baik, pastinya mereka akan mengerti dan memberikan solusi untuk anda.
  3. Percaya diri. Anda harus percaya diri dengan rencana yang anda buat.
  4. Jangan menghindari teman atau keluarga. Seringkali untuk terhindar dari tekanan Anda juga menghindari sumber tekanan itu, yakni teman atau keluarga. Jawab saja pertanyaan mereka dengan tiga di atas. Jika jawaban Anda tepat, mereka juga pasti akan merima Anda apa adanya.
  5. Renungkan tentang rencana pernikahan anda. Sering-seringlah merenungkan rencana pernikahan anda misalnya sebelum tidur malam. Renungkan apa yang anda inginkan dari pernikahan dan masa depan anda. Perlu diingat bahwa pernikahan bukanlah perlombaan.

Semoga artikel “Cara Menghadapi Pertanyaan “Kapan Nikah?”” tersebut dapat bermanfaat bagi anda.


Baca juga :
loading...