Cara Mengatasi Penyakit Epilepsi

Cara Mengatasi Penyakit Epilepsi – Penyakit epilepsi atau ayan merupakan salah satu penyakit yang ditakuti oleh orang tua. Pastinya setiap orang tua tidak menginginkan anaknya terkena penyakit epilepsi. Tak jarang banyak orang tua yang frustasi ketika mengetahui anaknya mengidap penyakit epilepsi.

Cara Mengatasi Penyakit Epilepsi

Sebelum kita membahas tentang cara mengatasi penyakit epilepsi, ada baiknya kita mengetahui apa itu penyakit epilepsi, gejala epilepsi serta gejala penyakit epilepsi.

 

Definisi Penyakit Epilepsi

Cara Mengatasi Penyakit Epilepsi

Penyakit epilepsi adalah penyakit yang disebabkan karena gangguan pada neuron (sel saraf) pada otak. Sel saraf merupakan bagian dari sistem saraf yang berfungsi sebagai pengatur kesadaran, kemampuan berpikir, gerak tubuh, dan sistem panca indera kita.

 

Penyebab Epilepsi

Dalam kebanyakan kasus, penyebabnya tidak diketahui, walaupun beberapa orang menderita epilepsi sebagai akibat dari cedera otak, stroke, kanker otak, dan penyalahgunaan obat dan alkohol.

 

Gejala Epilepsi

Gejala epilepsi yang umum terjadi adalah kejang. Beberapa kasus, kejang tersebut didahului oleh sensasi “aura”. Aura tersebut mirip halusinasi yang melibatkan indera (pengelihat, pendengar atau pembau), psikis, otonomik, atau motorik. Apabila penderita mengalami sensasi aura tersebut sebaiknya mulai berpindah ke tempat yang lebih aman atau meminta bantuan pada orang sebelum terjadi kejang. Sebagian besar penderita kejang akan kehilangan kesadaraan saat kejang menyerang.

Epilepsi yang menyerang anak-anak biasa disebut epilepsi absence atau petit mal. Meski kondisi ini tidak berbahaya, namun konsentrasi dan prestasi akademik anak bisa terganggu. Ciri-ciri epilepsi ini adalah hilangnya kesadaran selama beberapa detik, mengedip-ngedip atau menggerak-gerakkan bibir, serta pandangan kosong. Anak-anak yang mengalami kejang ini tidak akan sadar atau ingat akan apa yang terjadi saat mereka kejang.

 

Cara Mengatasi Penyakit Epilepsi

Epilepsi tidak bisa disembuhkan, namun secara umum penyakit epilepsi dapat dikontrol melalui pengobatan. Bagi penderita penyakit epilepsi yang kebal terhadap pengobatan, dapat melakukan bedah atau stimulasi saraf atau melalui asupan makanan. Dalam banyak kasus, epilepsi tidak berlangsung seumur hidup dan mengalami penyembuhan hingga tidak diperlukan pengobatan lagi, syaratnya adalah melakukan pengobatan secara tuntas. Pengobatan epilepsi dapat dihentikan apabila telah satu tahun tidak mengalami gejala epilepsi yaitu kejang-kejang.

Penanganan andalan untuk epilepsi adalah dengan pemberian obat antikonvulsan, dengan kemungkinan pemberian seumur hidup.Pemilihan penggunaan antikonvulsan tergantung pada tipe kejang, sindrom epilepsi, pengobatan lain yang digunakan, masalah kesehatan lainnya, dan usia serta gaya hidup penderita. Beberapa contoh obat antikonvulsan diantaranya andalah Fenitoin, carbamazepin dan valproat. Valproat direkomendasikan sebagai pengobatan lini pertama untuk kejang secara umum dengan lamotrigin sebagai pengobatan lini kedua. Pada penderita yang tidak disertai kejang, direkomendasikan penggunaan etosuksimid atau valproat; valproat pada umumnya efektif untuk kejang mioklonik dan kejang tonik atau atonik. Bila kejang telah terkontrol dengan baik dengan penaganan tertentu, biasanya tidak selalu diperlukan pemeriksaan rutin kadar obat dalam darah.

Bedah epilepsi bisa menjadi pilihan bagi mereka yang menderita kejang fokal yang tak kunjung membaik setelah ditempuhnya penanganan-penanganan lain. Penanganan lain tersebut mencakup paling tidak uji satu atau dua jenis pengobatan. Sasaran bedah adalah kendali tuntas atas kejang yang dialami oleh pasien dan ini bisa berhasil terlaksana dalam 60-70% kasus.

 

Pertolongan Pertama Pada Penderita Penyakit Epilepsi

Apabila anak anda menderita epilepsi, pertolongan pertama pada penderita penyakit epilepsi yang dapat anda lakukan adalah :

  • Pastikan bahwa seluruh keluarga, teman, guru mengetahui kondisi anak anda yang terkena epilepsi. Berikan mereka pengertian apa yang harus dilakukan jika anak anda kejang.
  • Pastikan anak anda aktif berolahraga. Pilihlah olahraga yang aman serta lengkapi dengan perlengkapan untuk mengantisipasi kejang.
  • Jika menggunakan obat anticonvulsant, jangan berhenti minum atau mengubah dosis secara mendadak. Sebaiknya konsultasikan pada dokter. Jenis obat antikonvulsan diberikan oleh dokter tergantung jenis epilepsi yang dimiliki dan dosisnya ditentukan oleh usia, jenis kelamin, berat badan serta faktor lainnya.
  • Hindari alkohol, karena dapat mengganggu efektivitas obat dan dapat menurunkan pemulihan kejang otak.

 

Itulah penyebab epilepsi, gejala epilepsi serta cara mengatasi penyakit epilepsi, semoga bermanfaat. Apabila artikel “Cara Mengatasi Penyakit Epilepsi” diatas anda rasa berguna, tidak ada salahnya jika anda membagikan pada teman anda.


Baca juga :
loading...